BERLIAN - Cara benar baca berlian bersertifikat GIA - zahira jewellery

BERLIAN - Cara benar baca berlian bersertifikat GIA

3 minggu yang lalu      Emas dan Berlian

Membeli berlian yang dilengkapi dengan grading report GIA, atau yang lebih populer dengan nama Sertifikat Berlian GIA, adalahhal yang paling penting. Di dalam sertifikat tercantum ciri khas dan kualitas berlian, yang dapat dikatakan menjadi kartu identitas guna berlian tersebut. Untuk konsumen yang mengharapkan kepastian dan garansi bahwa berlian yang dibeli memiliki kualitas laksana apa yang diterangkan oleh penjual, maka mesti melakukan pembelian berlian yang dilampiri dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga yang terpercaya dan terjaga kredibilitasnya, laksana GIA,IGP atau AGS.

Selain hal penilaian terhadap kualitas berlian, sertifikat itu juga bermanfaat jika Anda berkeinginan menjual lagi berlian itu atau berkeinginan mengasuransikan nya.

Hal yang lumayan mengejutkan merupakan, tidak seluruh calon pembeli berlian menyerahkan perhatian eksklusif terhadap sertifikat berlian. Perhatian dalam urusan ini merupakan, rata rata konsumen tidak memahami atau tidak cukup memahami, apa isi dari sertifikat dan apa makna angka serta artikel yang tercantum didalamnya.

Catatan : Jangan pernah melakukan pembelian berlian melulu berdasar pada Sertifikat Berlian semata. Benar, di dalam sertifikat tercantum ciri khas dan kualitas berlian, tapi urusan itu tidak menceritakan situasi dan kualitas berlian secara utuh. Perlu kajian dan pemantauan lebih lanjut, jangan melulu sekedar dari penjelasan dan angka di sertifikat saja.

SERTIFIKAT BERLIAN GIA SEBAGAI ACUAN

Dalam tulisan ini, akan dijabarkan bagaimana teknik membaca sertifikat berlian GIA dan menafsirkan data serta angka yang tertulis dalam sertifikat tersebut. Alasan kenapa menggunakan sertifikat yang dikeluarkan oleh GIA, sebab lembaga pemeriksa kualitas berlian ini telah dikenal luas oleh semua pelaku dalam industri perhiasan, terutama berlian. Di samping itu, kredibilitas lembaga ini paling diakui.

Harap diingat, bahwa penemu dan pembuat terminologi 4C Berlian guna menilai kualitas berlian ialah GIA. Sistem yang diciptakan ini, relatif simple dan gampang dimengerti, sehingga dapat diterima secara luas, baik oleh penjaja maupun pembeli berlian. Dan lembaga pemeriksa berlian lainnya, mengadopsi sistem yang dikembangkan oleh GIA ini. Perbedaannya melulu pada klasifikasi dan penamaan ciri khas berlian.

Sehingga dapat dikatakan, andai Anda dapat membaca dan mengetahui maksud dari angka dan penjelasan yang tertera di sertifikat berlian GIA, maka dengan gampang Anda akan dapat membaca dan mengetahui sertifikat dari lembaga pemeriksa lainnya.

SUSUNAN FORMAT SERTIFIKAT BERLIAN

 

1. NAMA LEMBAGA PEMERIKSA

Bagian ini menjelaskan, nama lembaga atau laboratorium riset berlian yang menerbitkan sertifikat. Lembaga yang telah dikenal tidak sedikit orang ialah GIA, AGS, EGL, IGI dan HRD. Dan tidak sedikit lagi lembaga lainnya yang meluangkan “jasa khusus” untuk menerbitkan “grading report”.

Pertanyaannya merupakan, siapa yang memakai jasa eksklusif dan mengapa mengerjakan hal itu? Anda barangkali pernah menemui, berlian dengan harga super murah yang dilampiri dengan sertifikat, yang dikeluarkan oleh appraisal independen atau berpengalaman permata “in-house”. Hati hati bila mendapat  penawaran laksana ini.

Berlian murah menggambarkan kondisinya. Berlian dengan kualitas yang rendah, tidak mungkin dianalisis di lab dengan reputasi bagus, sebab biayanya yang mahal. Jalan keluarnya ialah dengan menganalisis berlian itu di appraisal independen, yang dapat membuat berlian dengan kualitas rendah, terlihat cantik dan bagus di atas kertas sertifikatnya.

Jika Anda melakukan pembelian berlian, pilih berlian yang dilengkapi dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga yang reputasinya terjaga, laksana GIA atau AGS

2. TANGGAL, NOMER REGISTRASI, BENTUK BERLIAN DAN UKURANNYA.

Seringkali tanggal dikeluarkannya sertifikat tidak disaksikan atau diabaikan. Semakin baru tanggalnya, semakin baru pula berlian tersebut terbit dari lab setelah dilaksanakan pengkajian dan penelitian. Sehingga dapat diartikan, situasi berlian sama dengan waktu dilaksanakan penelitian terhadap kualitasnya. Hati hati dengan tanggal sertifikat yang lebih dari 2 tahun. Tanyakan ke penjual, berlian yang ditawarkan tersebut ialah berlian baru atau berlian bekas pakai. Jika baru, maka patut dipertanyakan, kenapa ada di inventory penjaja sampai sedemikian lama. Lalu bila ternyata berlian “second hand”, atau pernah dipunyai oleh seseorang lalu dipasarkan kembali, cek dengan teliti bila kalau ada kehancuran di permukaan berlian, khususnya di unsur girdle. Kerusakan dapat saja terjadi ketika melepas berlian dari settingnya, contoh dari cincin atau dari liontin kalung.

Berikutnya ialah nomer registrasi berlian, berupa sederet nomer sebagai rujukan untuk lembaga pemeriksa berlian terhadap cacatan berlian tersebut. Nomer ini dapat dipergunakan guna verifikasi keabsahan sertifikat, apakah merujuk ke berlian yang sama.

Kemudian dibawahnya terdapat cacatan mengenai format berlian (shape) dan ukuran jasmani berlian tersebut, yang ditulis dalam satuan per seratus milimeter.

3. 4C BERLIAN

Bagian berikutnya menjelaskan ciri khas berlian ditinjau dari hal 4C, yakni berat berlian dalam satuan carat, grade color berlian, grade clarity dan grade cut berlian. Bagi grade cut berlian, hal apa saja yang dinilai, bisa dibaca di tulisan Cut Berlian.

 4. INFROMASI GRADE BERLIAN

berlian

Berlian yang telah jadi / telah dipoles dan siap dijadikan perhiasan, bagus tidaknya hasil akhir, diprovokasi oleh 2 hal utama, yakni kualitas pemolesan dan kesimetrisan cut berlian. 2 urusan itu sangat dominan terhadap keterampilan berlian dalam memantulkan dan membiaskan cahaya.

Kualitas pemolesan berlian, diukur dan dinilai dengan menganalisis seberapa halus dan rata permukaan berlian. Berlian yang dipoles dengan sempurna bisa menghasilkan sudut sudut facet yang tegas serta memiliki permukaan yang halus dan rata. Untuk keterangan lebih menyeluruh mengenai kesimetrisan berlian, bisa membaca tulisan 32 Faktor Yang Mempengaruhi Harga Berlian.

Penjelasan beda yang bisa ditemukan dalam unsur ini ialah mengenai terdapat tidaknya sifat fluorescence pada berlian. Sifat fluorescence diakibatkan oleh kandungan fosfor dalam berlian, yang mengakibatkan berlian dapat berpendar memancarkan warna biru saat disinari dengan cahaya ultraviolet. Penjelasan lebih menyeluruh mengenai sifat fluorescence berlian bisa dibaca di tulisan Tips Memilih Warna Berlian.

Inskripsi ialah tulisan paling kecil, yang diciptakan dengan laser di unsur girdle berlian, merujuk pada nomer registrasi yang tertera di sertifikat berlian.

Sedangkan “Comment” berisi keterangan sehubungan dengan urusan yang belum tertera dalam uraian di unsur sebelumnya. Misalnya mengenai ciri khas cacat yang terdapat di berlian, kotoran atau zat ikutan, dan beda sebagainya. Untuk unsur ini bakal dibuatkan tulisan khusus untuk membicarakan dengan lebih menyeluruh lagi.

5. DIAGRAM BERLIAN

Setiap berlian memiliki ciri khas clarity atau kerjernihan yang unik, tidak terdapat 2 berlian yang identik atau sama serupa 100%. Seperti sidik jari kita, diagram clarity berlian ialah penjelasan secara grafis mengenai ciri khas clarity-nya. Cacat bawaan yang terdapat di permukaan berlian, ditandai dengan warna hijau, sementara inklusi atau zat ikutan yang terdapat di dalam berlian, ditandai dengan warna merah. 

Berlian

Sebelah atasnya diagram clarity ialah proporsi cut berlian, yang disajikan dalam persentase dan besaran sudut.

berlian

Proporsi dalam format persentase, ialah hasil perhitungan bila dikomparasikan dengan panjang diameter berlian. Misal proporsi lebar table misal gambar diatas ialah 58%, dengan kata lain lebar table ialah 5,8 mm, andai total diameter berlian ialah 10 mm. Demikian pun dengan tinggi berlian (depth), juga dikomparasikan dengan lebar diameter berlian. Total tinggi berlian, ialah penjumlahan dari tinggi crown, tebal girdle dan tinggi pavillion.

 

Contoh unik dari gambar proporsi cut berlian diatas. Apabila anda menjumlahkan persentase tinggi crown, tebal girdle dan tinggi pavillion, akan didapatkan angka 13.5% + 3.5% + 44.0% = 61%. Tetapi di grafik menunjukan bahwa persentase tinggi berlian ialah 61.3%. Terjadi selisih angka sebesar 0.3%. Hal tersebut menunjukkan terjadinya ketidaksimetrisan cut berlian. Angkanya paling kecil. Yang bilamana kita konversikan ke dalam satuan metrik, ialah 0.03 mm, dengan asumsi lebar diameter berlian ialah 10 mm. Ketidaksimetrisan tersebut dapat terjadi di unsur table, tidak sejajarnya table dengan girdle, atau girdle yang bergelombang, tidak menyusun garis lurus.

 

Hal tersebut dapat menggambarkan, alangkah presisi perhitungan dan analisa yang dilaksanakan oleh GIA, laksana yang dituangkan di dalam Sertifikat Berlian GIA.

 

 




Komentar Artikel "BERLIAN - Cara benar baca berlian bersertifikat GIA"